Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun

Wednesday, January 4th, 2017 - Sejarah

Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun – Pada kesempatan ini admin Pengertian Sejarah akan berbagi informasi mengenai Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun. Sebelum admin membagikan Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun, terlebih dahulu admi mengajak para pembaca untuk berkenalan dengan Ibnu Khaldun.

Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun

Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun

Nama lengkapnya adalah Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang kemudian masyhur dengan sebutan Ibnu Khaldun. lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H./27 Mei 1332 M. adalah dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang hafal Alquran sejak usia dini. Sebagai ahli politik Islam, ia pun dikenal sebagai bapak Ekonomi Islam, karena pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan teori-teori ekonominya. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana.

Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.

Selain itu dalam tugas-tugas yang diembannya penuh dengan berbagai peristiwa, baik suka dan duka. Ia pun pernah menduduki jabatan penting di Fes, Granada, dan Afrika Utara serta pernah menjadi guru besar di Universitas al-Azhar, Kairo yang dibangun oleh dinasti Fathimiyyah. Dari sinilah ia melahirkan karya-karya yang monumental hingga saat ini. Nama dan karyanya harum dan dikenal di berbagai penjuru dunia. Panjang sekali jika kita berbicara tentang biografi Ibnu Khaldun, namun ada tiga periode yang bisa kita ingat kembali dalam perjalan hidup beliau. Periode pertama, masa dimana Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu pengetahuan. Yakni, ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika.

Dalam semua bidang studinya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari para gurunya. Namun studinya terhenti karena penyakit pes telah melanda selatan Afrika pada tahun 749 H. yang merenggut ribuan nyawa. Ayahnya dan sebagian besar gurunya meninggal dunia. Ia pun berhijrah ke Maroko selanjutnya ke Mesir; Periode kedua, ia terjun dalam dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi). Namun, akibat fitnah dari lawan-lawan politiknya, Ibnu Khaldun sempat juga dijebloskan ke dalam penjara.

SETELAH keluar dari penjara, dimulailah periode ketiga kehidupan Ibnu Khaldun, yaitu berkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, ia pun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-’ibar (tujuh jilid) yang telah ia revisi dan ditambahnya bab-bab baru di dalamnya, nama kitab ini pun menjadi Kitab al-’Ibar wa Diwanul Mubtada’ awil Khabar fi Ayyamil ‘Arab wal ‘Ajam wal Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawis Sulthan al-Akbar.

Kitab al-i’bar ini pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh De Slane pada tahun 1863, dengan judul Les Prolegomenes d’Ibn Khaldoun. Namun pengaruhnya baru terlihat setelah 27 tahun kemudian. Tepatnya pada tahun 1890, yakni saat pendapat-pendapat Ibnu Khaldun dikaji dan diadaptasi oleh sosiolog-sosiolog German dan
Austria yang memberikan pencerahan bagi para sosiolog modern.

Karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, at-Ta’riif bi Ibn Khaldun (sebuah kitab autobiografi, catatan dari kitab sejarahnya); Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar yang bercorak sosiologis-historis, dan filosofis); Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (sebuah kitab tentang permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, yang merupakan ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).

Menurut Ibu Khaldun (1332-1406), pengertian Sejarah adalah : “catatan tentang masyarakat ummat manusia atau peradaban dunia, dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu”. Pendapat tersebut beliau kemukakan dalam sebuah Kitab/Buku yang berjudul “Kitaab al-‘Ibar Wa Biiwan; al-Mubtada’ Wa al-Khabar fii Ayyaam al’Arab Wa al’Ajam Wa al-Barbar” atau sering disebut “Kitab Al Ibar” {Sejarah Ilmu}. Kitab ini diterbitkan di Kairo pada tahun 1284. Kitab ini terdiri dari 7 jilid yang didahului oleh Jilid I yang terkenal yang berjudul “Muqqadimah” Ibnu Khaldun yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732/ 27 Mei 1332 kemudian dikenal oleh masyarakat Dunia Internasional sebagai “Pakar Sejarah dan juga Bapak Ilmu Sosiologi” (Muhammad Taupan; “Sejarah Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, Penerbit: Yrama Widya, Bandung, 2007, Hal. 4)

Sejarah menurut Ibnu  Khaldun adalah satu gerak berkelanjutan dalam waktu (process) yang merupakan kreatifitas asli manusia dan bukan sesuatu yang perjalannya telah lebih dahulu ditentukan.  Karena sifatnya yang sangat dinamis maka dialektika sejarah suatu bangsa seringkali berlainan walaupun nantinya tetap ada titik singgung persamaan dalam hal kausalita sebab akibat.

Baca juga :

Ibnu Khaldun menganalogikan proses kelahiran dan kehancuran suatu negara dengan kehidupan manusia. Ada tahap-tahap yang mesti dilalui, masing-masing dengan pasang-surut dan pahit-manisnya. Menurut Ibnu Khaldun yang memandang proses sejarah dalam kerangka siklus (ketimbang proses linear ataupun dialektikal), runtuhnya suatu imperium biasanya diawali dengan kedzaliman pemerintah yang tidak lagi memedulikan hak dan kesejahteraan rakyatnya serta sikap sewenang-wenang terhadap rakyat. Akibatnya timbul rasa ketidakpuasan, kebencian dan ketidakpedulian rakyat terhadap hukum dan Aturan yang ada. [ps]

Pengertian Sejarah menurut Ibnu Khaldun | Pengertian Sejarah | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status science blogs blog Top education_training blogs Academics Blogs