Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial) dan Nasional (Historiografi Nasional)

Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial) – Pada kesempatan ini admin Pengertian Sejarah akan berbagi tentang Penulisan sejarah kolonial (historiografi kolonial) dan Penulisan sejarah nasional (historiografi nasional). Berikut artikel lengkapnya.Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial) dan Nasional (Historiografi Nasional)

Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial)

Penulisan sejarah kolonial adalah penulisan sejarah yang bersifat eropasentris. Tujuan penulisan ini adalah untuk memperkukuh kekuasaan mereka di Nusantara. Penulisan sejarah yang berfokus barat ini jelas merendahkan derajat bangsa Indonesia dan mengunggulkan derajat bangsa Eropa, misalnya, pemberontakan Diponegoro dan pemberontakan kaum Padri. Tokoh tersebut oleh bangsa Eropa dianggap pemberontak, sedangkan Daendels dianggap sebagai figur yang berguna. Tulisan mereka dianggap sebagai propaganda penjajahan serta pembenaran penjajahan di Indonesia. Padahal, kenyataannya adalah penindasan. Akan tetapi, ada juga penulis Eropa yang cukup objektif, misalnya, Dr. Van Leur dengan karya tulisan Indonesian Trade and Society dan karya Dr. Schrieke, Indonesia Sociological Studies, yang memaparkan perdagangan dan masyarakat Nusantara. Dasar pemikiran sarjana Belanda tersebut dirumuskan kembali secara sistematik oleh Dr. Sartono Kartodirdjo dengan pendekatan multidimensional, yaitu pendekatan dalam penulisan sejarah dengan beberapa ilmu sosial, ekonomi, sosiologi, dan antropologi.

Penulisan Sejarah Nasional (Historiografi Nasional)

Penulisan sejarah nasional adalah penulisan sejarah yang bersifat Indonesia sentris, dengan metodologi sejarah Indonesia dan pendekatan multidimensional. Jadi, penulisannya dilihat dari sisi kepentingan nasional. Historiografi nasional dirintis oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo. Dalam historiografi nasional akan terungkap betapa pedihnya keadaan di zaman pergerakan nasional Indonesia oleh penjajahan barat sehingga membangkitkan semangat rakyat untuk merdeka. Historiografi nasional juga akan mengungkapkan bagaimana mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah teraih pada 17 Agustus 1945 itu agar menjadi negara yang maju dan dihormati bangsa lain. Dalam perkembangannya, penulisan sejarah di Indonesia pada umumnya bersifat naratif yang mengungkapkan fakta mengenai apa, siapa, kapan, dan di mana serta menerangkan bagaimana itu terjadi. Supaya sejarah dapat mengikuti perkembangan ilmu lainnya maka harus meminjam konsep ilmu-ilmu sosial dan diuraikan secara sistematis.

Beberapa pendekatan yang digunakan dalam perkembangan penulisan sejarah sebagai berikut.

  • Pendekatan sosiologi untuk melihat segi sosial peristiwa yang dikaji, misalnya, golongan masyarakat mana yang memelopori.
  • Pendekatan antropologi untuk mengungkapkan nilai yang mendasari perilaku para tokoh sejarah, status, gaya hidup, dan sistem kepercayaan.
  • Pendekatan politik untuk menyoroti struktur kekuasaan, jenis kepemimpinan, tingkat sosial, dan pertentangan kekuasaan.

Demikianlah info tentang Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial) dan Nasional (Historiografi Nasional) dari admin, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita. Amin…[ps]

Penulisan Sejarah Kolonial (Historiografi Kolonial) dan Nasional (Historiografi Nasional) | Pengertian Sejarah | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status science blogs blog Top education_training blogs Academics Blogs