Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB)

Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB) – Sebelum dilaksanakan KMB, terlebih dahulu dilakukan perundingan dengan pihak Bijeenkomst Federal Overleg (BFO). Karena itu, pada tanggal 9-22 Juli 1949 dan tanggal 2-8-1949 di Jakarta diadakan konferensi Inter-Indonesia. Salah satu keputusan penting adalah BFO mendukung tuntutan RI atas penyerahan kedaulatan tanpa ikatan-ikatan politik dan ekonomi.

Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB)

Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB)

Setelah permasalahan dapat diselesaikan dalam konferensi Inter-Indonesia itu, bangsa Indonesia akan berunding dalam KMB. Untuk itu, pada tanggal 4 Agustus 1949 diangkatlah delegasi RI yang dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta, sedangkan delegasi BFO dipimpin oleh Sutan Hamid II dari Pontianak. KMB dimulai tangal 23 Agustus 1949 di Den Haag (Belanda) dan berakhir tanggal 2 November 1949. Walaupun KMB berakhir tanggal 2 November 1949, namun upacara pengakuan kedaulatan itu baru ditandatangani tanggal 27 Desember 1949.

Pokok-pokok hasil KMB adalah sebagai berikut.

  • Kerajaan Belanda mengakui kedaulatan atas Indonesia yang sepenuhnya, tanpa syarat dan tidak dapat dicabut kembali kepada Republik Indonesia Serikat
  • Pengakuan kedulatan itu akan dilakukan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949
  • Tentang Irian Barat akan diadakan perundingan lagi dalam waktu 1 tahun setelah pengakuan kedaulatan kepada RIS
  • Antara RIS dan Kerajaan Belanda akan diadakan hubungan Uni IndonesiaNederland yang akan diketuai Ratu Belanda
  • Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik kembali dan sebagian diserahkan kepad RIS
  • Segera akan dilakukan penarikan mundur seluruh tentara Belanda

Kata Kunci :

sejarah konferensi meja bundar
Sejarah Konferensi Meja Bundar (KMB) | Pengertian Sejarah | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status science blogs blog Top education_training blogs Academics Blogs