Sejarah Pancasila

Sejarah Pancasila – Bebicara tentang Sejarah Pancasila, maka kita berbicara tentang perjuangan bangsa untuk merdeka. Perjuangan yang panjang penuh pengorbanan jiwa dan raga untuk meraih cita-cita mulia yaitu MERDEKA. Sejarah lahirnya Pancasila melalui tahapan-tahapan yang sangat panjang yang dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan. Sejarah Pancasila sangat penting untuk kita pahami agar kita diberikan kesadaran bahwa kemerdekaan ini tidak diraih dengan mudah. Secara garis besar Sejarah Pancasila melalui beberapa tahapan yang akan dipaparkan berikut ini.

Pancasila dalam Konteks Sejarah Bangsa

Zaman Kuno

Sejak adanya kerajaan-kerajaan di nusantara dan  masuknya agama Hindu, Budha, dan Islam unsur-unsur  Pancasila sudah ada di masyarakat, yaitu terkait dengan  sistem kepercayaan.

Zaman Kolonial

  1. Masuknya Belanda: VOC (1602), perlawanan rakyat abad  XVII-XIX bersifat kedaerahan dan lokal, sehingga mudah  dipatahkan.
  2. Perlawanan rakyat abad XX, ditandai :
  • Munculnya paham nasionalisme, liberalisme, dan  demokrasi.
  • Pengaruh kemenangan bangsa Asia terhadap Eropa.
  • Munculnya Pergerakan nasional Indonesia.
  • Tumbuhnya organisasi Modern.
  • Sumpah Pemuda.
  • Penjajahan Jepang (sidang BPUPKI I dan II dan pembentukan PPKI).

Proklamasi 17 Agustus 1945

Penetapan Pancasila dalam UUD 1945 (sidang  PPKI tanggal 18 Agustus 1945). Sejarah Perumusan Pancasila

Sejarah Pancasila

Sejarah Pancasila : Lambang Garuda Pancasila

Pembentukan BPUPKI

Jepang memberi janji kepada Indonesia bahwa  akan diberi merdeka pada tanggl 24 Agustus 1945,  sehingga untuk mewujudkan janji tersebut  berdirilah BPUPKI (Dokuritsu Zyunbii Tioosakai). Badan ini beranggota 60 orang, diketuai dr.  Radjiman Wedjodiningrat, dan wakil ketua Raden  Panji Soeroso serta Ichubangasa (Jepang).

1. Sidang Pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945)

Agenda sidang dalam pertemuan ini adalah membicarakan tentang landasan-landasan bernegara, atau dasar-dasar Indonesia merdeka.

Dalam kesempatan ini:

Moh. Yamin (29 Mei 1945) mengusulkan dasar Indonesia merdeka, yaitu:

  • Peri kebangsaan;
  • Peri Kemanusiaan;
  • Peri Ketuhanan;
  • Peri kerakyatan;
  • Kesejahteraan rakyat.

Mr. Soepomo (31 Mei 1945) memaparkan 3 teori, yaitu

  • Negara individualistik, atau negara yang disusun atas dasar kontrak sosial dari warganya dengan mengutamakan kepentingan individu sebagaimana diajarkan oleh Thomas Hobbes, John Locke, Jean Jacques Rousseau, Hebert Spencer, dan H.J Laski.
  • Negara golongan (class theori) yang diajarkan Marx, Engels, dan Lenin.
  • Negara Integralistik, yaitu negara tidak boleh memihak pada salah satu golongan, tetapi berdiri di atas semua kepentingan (Spinoza, Adam Muller, dan Hegel).

Dalam hal ini Soepomo menolak negara individualistik dan negara golongan, namun mengusulkan negara integralistik (negara persatuan),  yaitu negara satu untuk semua orang.

Ir. Soekarno (1 Juni 1945) mengusulkan bahwa dasar Indonesia yang dimaksud adalah philosophishe gronslag (filsafat, fundamen, dan pikiran yang sedalam-dalamnya yang di atasnya didirikan gedung Indonesia merdeka). Dasar yang diusulkan yaitu:

  • Kebangsaan atau Nasionalisme;
  • Kemanusiaan (internasionalisme);
  • Musyawarah, mufakat, perwakilan;
  • Kesejahteraan sosial;
  • Ketuhanan yang berkebudayaan.

Kelima prinsip tersebut diberi nama Pancasila. Menurut Soekarno, jika yang lima tidak disetujui, dapat diperas menjadi Trisila (Sosio Nasionalisme, Sosio Demokratis, dan Ketuhanan). Selanjutnya, jika yang tiga juga tidak disenangi, dapat diperas menjadi Ekasila, yaitu Gotongroyong, dan inilah dasar asli bangsa Indonesia.

Pada tanggal 1 Juni 1945 juga dibentuk panitia Kecil yang beranggotakan 8 orang.

  • Anggota 8 meliputi: Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Sutardjo, A. Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, Moh. Yamin, dan Mr. A.A. Maramis.
  • Tugas panitia 8 ini adalah menampung dan mengidentifikasi usulan anggota BPUPKI.
  • Berdasarkan usulan yang masuk diketahui, ada perbedaan usulan tentang dasar negara. Golongan Islam menghendaki negara berdasar syariat Islam, sedang golongan nasionalis menghendaki negara tidak berdasarkan hukum agama tertentu.

Untuk mengatasi perbedaan ini, dibentuklah Panitia Kecil 9 orang, yang anggotanya berasal dari golongan Islam dan golongan Nasionalis, yaitu : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Moh. Yamin, Mr. A.A. Maramis, Ahmad Soebardjo,  Abikusno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkir, A. Wachid  Hasyim, dan H. Agus Salim.

Panitia Sembilan bersidang tanggal 22 Juni 1945, menghasilkan kesepakatan dasar negara yang tertuang dalam alinea keempat rancangan Preambule, yaitu “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemelukpemeluknya; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan; dan  keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Isi selengkapnya kesepakatan itu disebut Rancangan Preambule  Hukum Dasar. Mr. Moh. Yamin mempopulerkan kesepakatan  tersebut dengan nama “Piagam Jakarta”.

2. Sidang BPUPKI Kedua (10-16 Juli) 1945, menghasilkan:

  • Dasar negara yang disepakati, yaitu Pancasila seperti  dalam Piagam Jakarta.
  • Bentuk negara republik (hasil kesepakatan dari 55  suara dari 64 yang hadir).
  • Wilayah Indonesia disepakati meliputi wilayah Hindia  Belanda + Timor Timur + Malaka (39 suara).
  • Dibentuk tiga panitia kecil:
  1. Panitia Perancang UUD, diketuai Ir. Soekarno.
  2. Panitia Ekonomi dan Keuangan, diketuai Moh.  Hatta.
  3. Panitia Pembela Tanah Air, diketuai Abikusno  Tjokrosoejoso. Pembentukan PPKI  (Dokuritsu Zyubbii Inkai)

Pada tanggal 9 Agustus 1945 PPKI dibentuk dalam  rangka mempersiapkan Indonesia Merdeka dan  intinya mengesahkan dasar negara dan UUD 45,  dengan ketua Ir. Soekarno, wakil ketua Moh. Hatta,  jumlah anggota 21 orang.

Selanjutnya, anggota PPKI ditambah 6 orang  anggota wakil golongan, yaitu: Wiranatakusuma, Ki  Hadjar Dewantara, Mr. Kasman Singodimejo, Sajuti  Melik, Mr. Iwa Kusumasumantri, dan Mr. Achmad  Soebardjo.

Jadi PPKI berfungsi sebagai komite nasional  pembentuk negara.

Proklamasi kemerdekaan

  1. Jepang menyerah pada sekutu
  2. Golongan pemuda (Soekarni, Adam Malik,  Kusnaini, Sutan Sjahrir, Soedarsono,  Soepomo, dan kawan-kawan meminta  Sukarno untuk segera mengumumkan  kemerdekaan RI. Sebaliknya, golongan  tua masih banyak berpikir dan  pertimbangan.
  3. Terjadilah kesepakatan di Rengesdengklok  dan Proklamasi dilaksanakan hari Jumat,  17 Agustus oleh Sukarno dan Mohammad  Hatta di Jakarta.

Sidang Pertama PPKI (18 Agustus 1945)

  • Sore hari setelah proklamasi datang opsir  Jepang ke rumah Bung Hatta menyampaikan  keberatan wakil Indonesia bagian timur  terhadap tujuh kata dalam sila pertama Piagam  Jakarta.
  • Sebelum sidang, Bung Hatta menemui wakilwakil Islam, akhirnya disepakati untuk  menghilangkan tujuh kata tersebut.
  • Mengesahkan UUD 1945.
  • Menetapkan Ir. Soekarno menjadi Presiden dan  Drs. Moh. Hatta sebagai wakilnya.
  • Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat  (KNIP) yang bertugas mendampingi presiden  dan wakil presiden sampai terbentuk MPR dan  DPR.

Demikianlah Sejarah Pancasila, semoga bermanfaat. Lihat juga sejarah lainnya :

Kata Kunci :

pengertian tentang sejarah pancasila
Sejarah Pancasila | Pengertian Sejarah | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status science blogs blog Top education_training blogs Academics Blogs