Sejarah Peristiwa Kapten Westerling

Sejarah Peristiwa Kapten Westerling – Sulawesi Selatan bergolak, di mana-mana selalu terjadi pertempuran, Enrekang, Polongbangkeng, Pare-pare, Luwu menjalar ke Kendari, kalaka dengan senjata yang mereka miliki berusaha semaksimal mungkin menangkis serangan Belanda yang bersenjatakan mukhtakhir, dengan keberanian dan tekat yang bersemboyankan “Merdeka atau MatiSejarah Peristiwa Kapten Westerling

Pertempuran bukan hanya dimotori oleh laki-laki, juga wanita/Srikandi-Srikandi di Sulawesi – Emmy Saelan. Srikandi ini bertempur di Kassi-kassi dan jiwa militansinya tercermin dalam tindakannya, dia gugur menjadi martir bagi bumi pertiwi dengan maju ke depan kepungan musuh dengan granat, akhirnya dia gugur bersama-sama dengan musuhmusuhnya terkena pecahan granat.

Sejalan dengan akan diselenggarakannya Konferensi Denpasar pada tanggal 24 Desember 1946 untuk membentuk Negara Indonesia Timur (NIT), maka pada tanggal 11 Desember 1946, Belanda menyatakan Sulawesi dalam keadaan perang dan hukum militer.

“Algojo” Raymond Westerling mengadakan pembersihan di setiap desa. Penduduk yang tidak berdosa dibantainya sehingga jatuh korban sekitar 40.000 orang putra-putra terbaik bangsa demi mempertahankan kemerdekaan.

Pengorbanan mereka turut mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang Negara Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pertempuran terjadi tambah sengit dan putra Sulawesi yang dibina di Jawa juga turut memperkuat perjuangan di Sulawesi yang dibina di Jawa juga turut memperkuat perjuangan di Sulawesi Selatan sepeerti Andi Matalata, Wolter Robert Monginsidi yang pantasnya masih studi di bangku sekolah demi panggilan hati nuraninya untuk mempertahankan kemerdekan negerinya terjun ke kancah pejuangan.

Sejarah Peristiwa Kapten Westerling | Pengertian Sejarah | 4.5
Leave a Reply
DMCA.com Protection Status science blogs blog Top education_training blogs Academics Blogs