Sejarah Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA

Sejarah Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA – Peristiwa menyerahnya Jepang kepada Sekutu 14 Agustus 1945 menunjukkan de jure wilayah jajahan Jepang dikuasai Sekutu sebagai pihak yang menang dalam Perang Dunia II. Komando Pertahanan Sekutu di Asia Tenggara yaitu South East Asia Command (SEAC) berpusat di Singapura, kemudian membentuk divisi yang diberi nama AFNEI.

Sejarah Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA

Sejarah Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA

Tugas yang diemban adalah mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang. Pasukan ini di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Tugas yang dibebankan kepada mereka adalah sebagai berikut:

  • menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang,
  • membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu,
  • melucuti orang-orang Jepang dan kemudian dipulangkan,
  • menciptakan keamanan dan perdamaian,
  • menghimpun keterangan guna menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang.

Pasukan AFNEI melakukan pendaratan di Jakrta pada tanggal 29 September 1945. Tentara ini terdiri dari 3 divisi, yaitu :

  • Divisi India ke-23 yang ditempatkan di wilayah Jawa Barat dipimpin Mayor Jenderal D.C. Hawtowrn
  • Divisi India ke-5 untuk daerah Jawa Timur dipimpin Mayor Jenderal E.C. Mansergh
  • Divisi India ke-26 untuk wilayah Sumatera dipimpin Mayor Jenderal HM. Chambers

Kedatangan pasukan Sekutu pada mulanya disambut dengan sikap netral oleh pihak Indonesia. Namun, setelah diketahui bahwa Sekutu membawa NICA(Netherland Indies Civil Administration) sikap masyarakat berubah menjadi curiga karena NICA adalah pegawai sipil pemerintah Hindia Belanda yang dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan sipil di Indonesia. Para pemuda memberikan sambutan tembakan selamat datang. Situasi keamanan menjadi semakin buruk sejak NICA mempersenjatai kembali tentara KNIL yang baru dilepaskan dari tawanan Jepang.

Melihat kondisi yang kurang menguntungkan, Panglima AFNEI menyatakan pengakuan sedara de facto atas Republik Indonesia pada tanggal 1 Oktober 1945. Sejak saat itu, pasukan AFNEI diterima dengan tangan terbuka oleh pejabat-pejabat RI di daerah-daerah untuk membantu memperlancar tugas-tugas AFNEI.

Namun dalam kenyataannya di daerah-daerah yang didatangi Sekutu selalu terjadi insiden dan pertempuran dengan pihak RI. Hal itu disebabkan pasukan Sekutu tidak bersungguh-sungguh menghormati kedaulatan RI. Sebaliknya pihak Sekutu yang merasa kewalahan, menuduh pemerintah RI tidak mampu menegakkan keamanan dan ketertiban sehingga terorisme merajalela. Pihak Belanda yang bertujuan menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia berupaya memanfaatkan situasi ini dengan memberi dukungan kepada pihak Sekutu. Panglima Angkatan Perang Belanda, Laksamana Helfrich, memerintahkan pasukannya untuk membantu pasukan Sekutu.

Kedatangan tentara Sekutu yang diboncengi NICA menyebabkan terjadinya konflik dan pertempuran di berbagai daerah. Keinginan Belanda untuk kembali menjajah Indonesia berhadapan dengan rakyat Indonesia yang mempertahankan kemerdekaannya. Oleh karena itu, terjadi pertempuran di berbagai daerah di Indonesia. Konflik antara Indonesia-Belanda ini akhirnya melibatkan peran dunia internasional untuk menyelesaikannya. [ps]

Sejarah Perjuangan Menghadapi Sekutu dan NICA | Admin | 4.5
'